EKONOMI GIG DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA: STUDI KASUS PENGEMUDI ONLINE DI PERKOTAAN.

Autor(s): Nur Kholida Zia

Abstract

Latar belakang masalah ini adalah pertumbuhan pesat ekonomi gig, terutama di sektor transportasi daring, yang menawarkan fleksibilitas tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kesejahteraan pekerja karena kurangnya jaminan sosial, upah yang tidak stabil, dan kondisi kerja yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekonomi gig terhadap kesejahteraan pekerja, dengan fokus pada studi kasus pengemudi online di perkotaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran, menggabungkan survei kuantitatif terhadap 300 pengemudi online mengenai pendapatan, jam kerja, akses ke jaminan sosial, dan tingkat stres, dengan wawancara mendalam kualitatif untuk memahami pengalaman subjektif mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada fleksibilitas, sebagian besar pengemudi menghadapi tantangan signifikan terkait pendapatan yang tidak stabil, kurangnya asuransi kesehatan atau pensiun, dan tekanan untuk bekerja lebih lama demi mencapai target. Hal ini berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka. Pembahasan menggarisbawahi bahwa model ekonomi gig saat ini seringkali mengalihkan risiko dari platform ke pekerja. Implikasi utamanya adalah perlunya kebijakan yang lebih komprehensif untuk melindungi pekerja gig, seperti penetapan upah minimum, akses ke jaminan sosial, dan hak untuk berserikat, untuk memastikan bahwa inovasi ekonomi tidak mengorbankan kesejahteraan sosial.

 

Keywords

Ekonomi Gig, Kesejahteraan Pekerja, Pengemudi Online, Pekerja Informal, Kebijakan Sosial.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.