DISINFORMASI DAN POLARISASI SOSIAL: PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN OPINI PUBLIK.
Abstract
Latar belakang masalah ini adalah penyebaran disinformasi yang cepat dan luas di media sosial, yang telah terbukti berkontribusi pada polarisasi sosial dan mengancam kohesi masyarakat serta proses demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam pembentukan opini publik, khususnya dalam konteks penyebaran disinformasi dan dampaknya terhadap polarisasi sosial. Metode yang digunakan adalah analisis jaringan sosial dan analisis konten terhadap narasi disinformasi yang viral di platform media sosial selama periode pemilihan umum. Data dikumpulkan mengenai pola penyebaran, jenis konten, dan interaksi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media sosial cenderung menciptakan "echo chambers" dan "filter bubbles" yang memperkuat keyakinan yang sudah ada, membuat pengguna lebih rentan terhadap disinformasi dan kurang terpapar pada perspektif yang berbeda. Hal ini memperparah polarisasi dan mengurangi kemampuan masyarakat untuk mencapai konsensus. Pembahasan menggarisbawahi bahwa media sosial, meskipun alat yang ampuh untuk komunikasi, juga dapat menjadi senjata untuk manipulasi opini publik. Implikasi utamanya adalah perlunya literasi media yang lebih kuat di kalangan masyarakat, tanggung jawab yang lebih besar dari platform media sosial untuk memoderasi konten, dan pengembangan strategi untuk mempromosikan dialog lintas pandangan untuk memitigasi dampak negatif disinformasi terhadap kohesi sosial.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













