LITERASI MEDIA DIGITAL KRITIS: STRATEGI MEMBANGUN KETAHANAN MASYARAKAT TERHADAP HOAKS.

Autor(s): Erwan Susanto

Abstract

Latar belakang masalah ini adalah proliferasi hoaks dan misinformasi di media digital yang mengancam kohesi sosial, kesehatan publik, dan proses demokrasi. Kemampuan masyarakat untuk secara kritis mengevaluasi informasi menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi strategi efektif dalam membangun literasi media digital kritis sebagai ketahanan masyarakat terhadap hoaks. Metode yang digunakan adalah studi intervensi di mana sekelompok partisipan dari berbagai kelompok usia diberikan pelatihan literasi media digital kritis yang mencakup identifikasi sumber, verifikasi fakta, dan pemahaman bias kognitif. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test kemampuan mengidentifikasi hoaks, kuesioner sikap terhadap informasi daring, dan wawancara kelompok fokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan yang berfokus pada keterampilan praktis, seperti memeriksa URL, membandingkan sumber, dan mengenali pola manipulasi, secara signifikan meningkatkan kemampuan partisipan untuk mendeteksi hoaks dan mengurangi kecenderungan mereka untuk membagikan informasi yang belum diverifikasi. Pembahasan menggarisbawahi bahwa literasi media digital kritis bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang kebiasaan berpikir dan perilaku. Implikasi utamanya adalah rekomendasi untuk mengintegrasikan pendidikan literasi media digital kritis secara komprehensif di semua jenjang pendidikan dan melalui kampanye publik, memberdayakan masyarakat untuk menjadi konsumen dan produsen informasi yang bertanggung jawab di era digital.

 

Keywords

Literasi Media Digital, Hoaks, Misinformasi, Ketahanan Masyarakat, Pendidikan Digital.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.