EKSTREMISME DARING DAN RADIKALISASI: STRATEGI PENCEGAHAN BERBASIS KOMUNIKASI.

Autor(s): Lulud Wijayanti

Abstract

Latar belakang masalah ini adalah bahwa internet dan media sosial telah menjadi platform yang semakin penting bagi kelompok ekstremis untuk menyebarkan ideologi mereka dan merekrut individu, yang mengarah pada radikalisasi daring dengan konsekuensi serius bagi keamanan dan kohesi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme radikalisasi daring dan merumuskan strategi pencegahan berbasis komunikasi yang efektif. Metode yang digunakan adalah analisis konten terhadap narasi ekstremis di forum daring dan media sosial, diikuti dengan wawancara mendalam dengan mantan radikalis dan ahli kontra-ekstremisme. Data dikumpulkan mengenai taktik persuasi, jenis konten yang digunakan, dan faktor-faktor yang membuat individu rentan terhadap radikalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi ekstremis seringkali memanfaatkan kerentanan psikologis, menciptakan identitas kelompok yang kuat, dan menyebarkan disinformasi. Strategi pencegahan yang efektif meliputi pengembangan narasi kontra-ekstremisme yang kredibel, peningkatan literasi media kritis untuk mengidentifikasi propaganda, dukungan sosial bagi individu yang rentan, dan intervensi berbasis komunitas. Pembahasan menggarisbawahi bahwa pencegahan radikalisasi memerlukan pendekatan holistik yang mengatasi akar masalah sosial dan psikologis, serta membangun ketahanan kognitif. Implikasi utamanya adalah rekomendasi bagi pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan platform digital untuk berkolaborasi dalam mengembangkan kampanye komunikasi yang cerdas, mendukung program deradikalisasi, dan memoderasi konten ekstremis secara proaktif untuk melindungi masyarakat dari ancaman ekstremisme daring.

 

Keywords

Ekstremisme Daring, Radikalisasi, Pencegahan, Komunikasi Digital, Keamanan Sosial.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.