TRANSPARANSI ALGORITMA DAN AKUNTABILITAS: MENJAMIN KEADILAN DALAM SISTEM DIGITAL.
Abstract
Latar belakang masalah ini adalah bahwa algoritma semakin banyak digunakan dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan individu (misalnya, pinjaman, rekrutmen, penegakan hukum), namun sifat "kotak hitam" dari banyak algoritma menimbulkan kekhawatiran serius mengenai transparansi dan akuntabilitas, berpotensi mengarah pada hasil yang tidak adil atau diskriminatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya transparansi algoritma dan mekanisme akuntabilitas untuk menjamin keadilan dalam sistem digital. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur interdisipliner yang mensintesis temuan dari ilmu komputer, hukum, etika, dan sosiologi, dilengkapi dengan analisis kasus-kasus di mana algoritma terbukti bias atau tidak adil. Fokusnya adalah pada bagaimana kurangnya transparansi dapat menghambat kemampuan individu untuk memahami keputusan yang memengaruhi mereka dan mencari keadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa transparansi, sulit untuk mengidentifikasi dan memperbaiki bias yang tertanam dalam algoritma, yang dapat memperpetuasi atau bahkan memperparah ketidaksetaraan sosial. Akuntabilitas memerlukan tidak hanya penjelasan tentang cara kerja algoritma, tetapi juga mekanisme untuk meninjau dan menantang keputusannya. Pembahasan menggarisbawahi bahwa keadilan algoritmik adalah prasyarat untuk kesejahteraan sosial di era digital. Implikasi utamanya adalah rekomendasi bagi pengembang sistem AI untuk mengadopsi prinsip desain yang transparan, bagi regulator untuk merumuskan undang-undang yang mewajibkan akuntabilitas algoritma, dan bagi masyarakat untuk menuntut hak mereka untuk memahami bagaimana keputusan digital memengaruhi hidup mereka.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













