DIGITALISASI PENDIDIKAN DAN KESENJANGAN BELAJAR: AKSES DAN KUALITAS PEMBELAJARAN JARAK JAUH.

Autor(s): Nur Kholida Zia

Abstract

Latar belakang masalah ini adalah bahwa digitalisasi pendidikan, yang dipercepat oleh pandemi, menjanjikan akses yang lebih luas dan pengalaman belajar yang personal. Namun, implementasinya seringkali memperparah kesenjangan belajar yang sudah ada, terutama dalam hal akses dan kualitas pembelajaran jarak jauh (PJJ). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak digitalisasi pendidikan terhadap kesenjangan belajar, dengan fokus pada akses dan kualitas PJJ di berbagai kelompok sosio-ekonomi. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif terhadap 1000 siswa dan orang tua dari berbagai latar belakang ekonomi, mengukur akses terhadap perangkat dan internet, partisipasi dalam PJJ, dan persepsi kualitas pembelajaran. Data juga dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dari keluarga berpenghasilan rendah dan daerah terpencil menghadapi hambatan signifikan dalam akses perangkat dan konektivitas internet, yang secara langsung memengaruhi partisipasi dan hasil belajar mereka dalam PJJ. Kualitas PJJ juga bervariasi, dengan banyak guru yang belum siap dengan pedagogi digital. Pembahasan menggarisbawahi bahwa digitalisasi pendidikan, tanpa perencanaan yang matang, dapat memperlebar jurang ketidaksetaraan. Implikasi utamanya adalah rekomendasi bagi pemerintah dan institusi pendidikan untuk berinvestasi dalam penyediaan akses yang merata, pelatihan guru yang komprehensif dalam pedagogi digital, dan pengembangan konten PJJ yang berkualitas dan inklusif, untuk memastikan bahwa digitalisasi pendidikan benar-benar berfungsi sebagai pendorong kesetaraan dan kesejahteraan sosial.

 

Keywords

Digitalisasi Pendidikan, Kesenjangan Belajar, Pembelajaran Jarak Jauh, Akses Pendidikan, Kualitas Pembelajaran.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.