CYBERLOAFING DAN PRODUKTIVITAS KERJA: STUDI PSIKOLOGI INDUSTRI DI ERA DIGITAL.

Autor(s): Nurul Hidayati

Abstract

Latar belakang masalah ini adalah fenomena "cyberloafing" (penggunaan internet untuk tujuan non-kerja selama jam kerja) yang semakin umum di tempat kerja modern, menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap produktivitas kerja dan kesejahteraan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi cyberloafing dan dampaknya terhadap produktivitas kerja dari perspektif psikologi industri di era digital. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif terhadap 500 karyawan dari berbagai sektor industri, menggunakan kuesioner terstandardisasi untuk mengukur frekuensi cyberloafing, persepsi produktivitas, dan tingkat kepuasan kerja. Analisis regresi digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberloafing adalah praktik yang umum, dan meskipun sering dianggap negatif, dampaknya terhadap produktivitas tidak selalu linier; cyberloafing moderat terkadang dapat berfungsi sebagai mekanisme coping untuk mengurangi stres dan mencegah burnout, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas. Namun, cyberloafing yang berlebihan secara signifikan berkorelasi dengan penurunan produktivitas dan kepuasan kerja. Pembahasan menggarisbawahi bahwa manajemen perlu memahami motivasi di balik cyberloafing dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan antara fleksibilitas dan akuntabilitas. Implikasi utamanya adalah rekomendasi bagi organisasi untuk merumuskan kebijakan penggunaan internet yang jelas, menyediakan pelatihan manajemen waktu, dan mempromosikan budaya kerja yang sehat yang memungkinkan karyawan untuk mengelola kesejahteraan mereka tanpa mengorbankan produktivitas.

 

Keywords

Cyberloafing, Produktivitas Kerja, Psikologi Industri, Era Digital, Kesejahteraan Karyawan.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.