MIGRASI DIGITAL DAN IDENTITAS BUDAYA: TANTANGAN PELESTARIAN NILAI LOKAL DI ERA GLOBAL.

Autor(s): Nur Kholiq

Abstract

Latar belakang masalah ini adalah bahwa di era digital yang semakin global, individu dan komunitas mengalami "migrasi digital," di mana mereka semakin banyak berinteraksi dan membentuk identitas di ruang siber yang melampaui batas geografis. Hal ini menimbulkan tantangan signifikan terhadap pelestarian nilai-nilai lokal dan identitas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi dalam pelestarian identitas dan nilai budaya lokal di tengah fenomena migrasi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dengan individu dari komunitas budaya yang berbeda (termasuk diaspora) yang aktif di ruang siber, serta analisis konten terhadap representasi budaya di platform digital. Data dikumpulkan mengenai bagaimana individu mengelola identitas ganda (lokal dan global), ancaman terhadap nilai-nilai tradisional, dan upaya untuk melestarikan budaya melalui media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun digitalisasi dapat memfasilitasi pelestarian dan penyebaran budaya lokal, ada risiko homogenisasi budaya, erosi bahasa, dan adopsi nilai-nilai asing yang tidak sesuai. Pembahasan menggarisbawahi bahwa ruang siber adalah arena kontestasi budaya. Implikasi utamanya adalah rekomendasi bagi komunitas dan pembuat kebijakan untuk secara proaktif menggunakan teknologi digital untuk mendokumentasikan, mempromosikan, dan mengajarkan nilai-nilai lokal, serta mengembangkan literasi digital yang memungkinkan individu untuk secara kritis mengevaluasi dan memilih pengaruh budaya, demi menjaga keragaman budaya dan kesejahteraan identitas di era global.

 

Keywords

Migrasi Digital, Identitas Budaya, Pelestarian Budaya, Nilai Lokal, Globalisasi.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.