BURNOUT DIGITAL PADA PEKERJA REMOTE: STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN.
Abstract
Latar belakang masalah ini adalah bahwa dengan peningkatan signifikan dalam kerja jarak jauh (remote work), terutama pasca-pandemi, fenomena "burnout digital" yang disebabkan oleh konektivitas konstan, batas yang kabur antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta kelelahan akibat layar, semakin mengancam kesejahteraan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab burnout digital pada pekerja remote dan merumuskan strategi pencegahan serta peningkatan kesejahteraan. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif terhadap 400 pekerja remote dari berbagai industri, mengukur tingkat burnout (menggunakan Maslach Burnout Inventory), durasi penggunaan perangkat digital, dan strategi coping. Data juga dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pekerja yang mengalami burnout dan manajer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan untuk selalu "online," rapat virtual yang berlebihan, kurangnya interaksi sosial luring, dan kesulitan memisahkan pekerjaan dari kehidupan pribadi adalah kontributor utama burnout digital. Strategi pencegahan yang efektif meliputi penetapan batas waktu kerja yang jelas, jadwal "digital detox," dukungan manajemen, dan promosi keseimbangan hidup-kerja. Pembahasan menggarisbawahi bahwa teknologi yang memungkinkan kerja remote juga dapat menjadi sumber stres jika tidak dikelola dengan baik. Implikasi utamanya adalah rekomendasi bagi perusahaan untuk menerapkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan pekerja remote, menyediakan pelatihan manajemen stres digital, dan mempromosikan budaya yang menghargai waktu istirahat dan kesehatan mental, demi menjaga produktivitas dan kesejahteraan karyawan di era kerja hibrida.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













