KEARIFAN LOKAL DAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI KOMUNITAS ADAT TERPENCIL

Autor(s): Muh Faisal Hidayatulloh

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah potensi kearifan lokal sebagai sumber daya yang belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam upaya penguatan moderasi beragama, terutama di komunitas adat terpencil yang seringkali menghadapi tantangan dari pengaruh luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk kearifan lokal yang secara inheren mengandung nilai-nilai moderasi beragama, serta bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasikan dan dipertahankan oleh masyarakat adat. Metode penelitian yang digunakan adalah etnografi dengan pendekatan kualitatif, melibatkan observasi mendalam, partisipasi dalam ritual adat, dan wawancara dengan sesepuh adat serta anggota komunitas di beberapa komunitas adat terpencil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak kearifan lokal, seperti praktik gotong royong, musyawarah mufakat, dan penghormatan terhadap alam, secara langsung merefleksikan prinsip-prinsip toleransi, keseimbangan, dan inklusivitas yang sejalan dengan moderasi beragama. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa sistem kepercayaan tradisional dan adat istiadat berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang efektif dalam mencegah ekstremisme dan mempromosikan kerukunan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi kearifan lokal dalam program-program moderasi beragama yang lebih luas, dengan tetap menghormati otonomi dan kekhasan budaya masyarakat adat.

 

Keywords

Kearifan Lokal, Moderasi Beragama, Komunitas Adat, Toleransi, Etnografi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.