PSIKOLOGI SOSIAL INTOLERANSI: MEMAHAMI AKAR PERILAKU EKSTREMISME KEAGAMAAN

Autor(s): Alifah Hasna

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah fenomena ekstremisme keagamaan yang terus menjadi ancaman serius bagi perdamaian dan stabilitas sosial, sehingga pemahaman mendalam tentang akar psikologis dan sosialnya menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor psikologis sosial yang berkontribusi pada pembentukan perilaku intoleran dan ekstremisme keagamaan, termasuk peran identitas sosial, prasangka, stereotip, dan dinamika kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran, menggabungkan survei skala besar untuk mengukur tingkat intoleransi dan kecenderungan ekstremisme, serta wawancara mendalam dengan individu yang pernah terlibat atau terpapar ideologi ekstremis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kebutuhan akan afiliasi kelompok, ancaman identitas, narasi victimisasi, dan dehumanisasi kelompok lain secara signifikan memicu perilaku intoleran. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa proses radikalisasi seringkali melibatkan isolasi sosial, paparan informasi yang bias, dan manipulasi emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi yang efektif harus menargetkan dimensi psikologis sosial ini, melalui program deradikalisasi yang komprehensif, pendidikan kritis, dan penguatan resiliensi individu terhadap narasi ekstremis, serta membangun jembatan antar-kelompok untuk mengurangi prasangka.

 

Keywords

Psikologi Sosial, Intoleransi, Ekstremisme Keagamaan, Radikalisasi, Identitas Sosial

Refbacks

  • There are currently no refbacks.