KOMUNIKASI KEAGAMAAN YANG INKLUSIF: STRATEGI MENANGKAL NARASI RADIKAL DI MEDIA SOSIAL
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah maraknya penyebaran narasi radikal di media sosial yang berpotensi merusak kohesi sosial dan memicu konflik atas nama agama. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi komunikasi keagamaan yang inklusif dan efektif dalam menangkal narasi radikal serta mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama di platform digital. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis konten terhadap akun-akun media sosial yang menyebarkan narasi radikal dan akun-akun yang mempromosikan moderasi, dilengkapi dengan wawancara dengan pegiat media sosial, tokoh agama, dan pakar komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi radikal seringkali memanfaatkan emosi, simplifikasi masalah, dan polarisasi, sementara komunikasi inklusif cenderung menggunakan bahasa yang empatik, berbasis fakta, dan mendorong dialog. Pembahasan lebih lanjut mengidentifikasi strategi kunci seperti penggunaan narasi alternatif yang positif, pelibatan influencer moderat, pengembangan konten visual dan interaktif, serta optimalisasi algoritma untuk menjangkau audiens yang tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi keagamaan yang inklusif harus proaktif, kreatif, dan adaptif terhadap dinamika media sosial agar mampu menjadi penyeimbang yang kuat terhadap penyebaran ideologi ekstremis.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













