ETIKA BERAGAMA DI RUANG DIGITAL: MENCEGAH UJARAN KEBENCIAN DAN PROVOKASI
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah maraknya ujaran kebencian dan provokasi berlandaskan agama di ruang digital, yang mengancam kerukunan sosial dan merusak citra agama itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep etika beragama di ruang digital yang dapat menjadi panduan bagi individu dan komunitas dalam berinteraksi secara bertanggung jawab, serta mencegah penyebaran ujaran kebencian dan provokasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis normatif terhadap teks-teks keagamaan yang relevan dengan etika komunikasi dan perilaku sosial, serta analisis konten terhadap kasus-kasus ujaran kebencian di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip universal dalam agama seperti kasih sayang, keadilan, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap martabat manusia dapat menjadi landasan kuat bagi etika digital. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa etika beragama di ruang digital mencakup verifikasi informasi, menghindari fitnah, menghargai perbedaan pendapat, dan tidak menyebarkan kebencian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan etika digital berbasis agama sangat penting untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab pengguna internet, serta memerlukan kolaborasi antara tokoh agama, pakar teknologi, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan beradab.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













