MODERASI BERAGAMA SEBAGAI ANTIDOTE TERHADAP FENOMENA POST-TRUTH DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA

Autor(s): Sudarto Sudarto

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah fenomena post-truth di mana fakta objektif kurang berpengaruh dibandingkan emosi dan keyakinan personal, yang sangat berbahaya dalam kehidupan beragama karena dapat memicu fanatisme dan intoleransi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana moderasi beragama dapat berfungsi sebagai antidote atau penawar terhadap fenomena post-truth dalam kehidupan beragama, dengan menekankan pada rasionalitas, verifikasi, dan dialog. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis filosofis dan sosiologis terhadap fenomena post-truth dan hubungannya dengan praktik keagamaan, serta studi kasus terhadap narasi keagamaan yang berhasil menangkal disinformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama mendorong pemikiran kritis, menghargai kebenaran ilmiah, dan mempromosikan interpretasi agama yang rasional dan kontekstual. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa moderasi beragama menolak simplifikasi masalah, polarisasi, dan manipulasi emosi yang menjadi ciri khas era post-truth. Penelitian ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama adalah kunci untuk membangun masyarakat yang berbasis pada kebenaran dan akal sehat, serta diperlukan upaya kolektif untuk memperkuat literasi dan penalaran kritis di kalangan umat beragama.

 

Keywords

Moderasi Beragama, Antidote, Post-Truth, Kehidupan Beragama, Rasionalitas

Refbacks

  • There are currently no refbacks.