SISTEM IRIGASI KUNO DI BALI: SUBAK SEBAGAI WARISAN TEKNOLOGI DAN FILOSOFI AGRARIS
Abstract
Penelitian ini mengkaji sistem irigasi kuno Subak di Bali sebagai warisan teknologi pertanian yang canggih dan manifestasi filosofi agraris Tri Hita Karana. Latar belakang masalahnya adalah pentingnya Subak sebagai sistem manajemen air yang berkelanjutan dan unik, yang telah diakui dunia, namun pemahaman mendalam tentang bagaimana aspek teknologi, sosial, dan spiritualnya saling terkait masih perlu diperkuat. Metode yang digunakan meliputi studi lapangan di beberapa wilayah Subak aktif, wawancara dengan para petani dan pemangku adat, serta analisis dokumen sejarah dan prasasti yang berkaitan dengan pengelolaan air. Pendekatan interdisipliner menggabungkan aspek hidrologi, sosiologi, dan antropologi untuk memahami struktur organisasi, mekanisme pembagian air yang adil, serta ritual-ritual yang menyertainya. Hasil yang diharapkan adalah identifikasi prinsip-prinsip utama yang menjadikan Subak efektif dan resilient selama berabad-abad, termasuk peran pura air sebagai pusat spiritual dan koordinasi. Pembahasan akan menyoroti bagaimana filosofi Tri Hita Karana-hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam-tercermin dalam setiap aspek Subak, menunjukkan bahwa teknologi pertanian kuno ini bukan hanya tentang produksi pangan tetapi juga tentang keseimbangan ekologis dan sosial.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













