PERAN PEREMPUAN DALAM STRUKTUR KEKUASAAN KERAJAAN-KERAJAAN AWAL DI NUSANTARA

Autor(s): Nurul Hidayati

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi peran perempuan dalam struktur kekuasaan kerajaan-kerajaan awal di Nusantara, menantang pandangan konvensional yang seringkali hanya menyoroti tokoh laki-laki. Latar belakang masalahnya adalah bahwa meskipun bukti-bukti sejarah menunjukkan adanya perempuan yang memegang posisi penting, kontribusi mereka seringkali terabaikan atau kurang dianalisis secara mendalam dalam narasi sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejauh mana perempuan terlibat dalam politik, diplomasi, dan pemerintahan. Metode yang digunakan meliputi analisis kritis terhadap prasasti, naskah kuno, dan catatan-catatan asing yang menyebutkan nama atau peran perempuan bangsawan, ratu, atau tokoh berpengaruh lainnya. Studi komparatif dilakukan terhadap beberapa kerajaan seperti Sriwijaya, Mataram Kuno, dan Majapahit untuk mengidentifikasi pola dan variasi peran perempuan. Hasil yang diharapkan adalah identifikasi perempuan-perempuan berpengaruh yang tidak hanya sebagai permaisuri tetapi juga sebagai penguasa mandiri, penasihat raja, atau bahkan pemimpin militer. Pembahasan akan menyoroti faktor-faktor yang memungkinkan perempuan mencapai posisi kekuasaan, seperti garis keturunan, kemampuan personal, atau situasi politik tertentu, serta implikasinya terhadap pemahaman kita tentang gender dan kekuasaan dalam masyarakat pra-modern Indonesia.

 

Keywords

Perempuan, Kekuasaan, Kerajaan Awal, Nusantara, Gender Sejarah

Refbacks

  • There are currently no refbacks.