KERAJAAN MARITIM DI NUSANTARA: STRATEGI PERDAGANGAN DAN DIPLOMASI ACEH, DEMAK, DAN TERNATE
Abstract
Penelitian ini mengkaji strategi perdagangan dan diplomasi yang diterapkan oleh kerajaan-kerajaan maritim penting di Nusantara, dengan fokus pada Aceh, Demak, dan Ternate. Latar belakang masalahnya adalah bahwa kekuatan maritim ini memainkan peran sentral dalam mengontrol jalur perdagangan rempah dan komoditas lainnya, namun seringkali analisis terhadap kebijakan ekonomi dan hubungan luar negeri mereka kurang mendalam. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana kerajaan-kerajaan ini mempertahankan dominasi mereka di tengah persaingan regional dan kedatangan kekuatan Eropa. Metode yang digunakan meliputi analisis sumber-sumber sejarah lokal seperti babad dan hikayat, serta catatan-catatan dari pedagang dan penjelajah Eropa yang berinteraksi dengan kerajaan-kerajaan tersebut. Fokus diberikan pada identifikasi komoditas utama, rute perdagangan, sistem bea cukai, serta perjanjian-perjanjian diplomatik dan aliansi yang dibentuk. Hasil yang diharapkan adalah pemetaan jaringan perdagangan yang kompleks, pemahaman tentang bagaimana kerajaan-kerajaan ini memanfaatkan letak geografis mereka, dan analisis terhadap kebijakan diplomasi yang melibatkan negosiasi, aliansi, hingga konflik bersenjata. Pembahasan akan menyoroti adaptasi dan inovasi yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan ini dalam menghadapi tantangan global, serta implikasinya terhadap dinamika kekuatan di Nusantara sebelum dan selama awal periode kolonial.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













