JEJAK ARSITEKTUR ISLAM DI INDONESIA: DARI MASJID KUNO HINGGA MAKAM WALI

Autor(s): Nur Kholiq

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi jejak arsitektur Islam di Indonesia, menelusuri perkembangannya dari masjid-masjid kuno hingga kompleks makam wali, sebagai manifestasi penting dari akulturasi budaya. Latar belakang masalahnya adalah bahwa arsitektur Islam di Nusantara memiliki kekhasan yang berbeda dari Timur Tengah atau India, mencerminkan adaptasi terhadap iklim, bahan lokal, dan tradisi arsitektur pra-Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik unik dan evolusi gaya arsitektur ini. Metode yang digunakan meliputi studi lapangan di situs-situs bersejarah seperti Masjid Agung Demak, Masjid Sunan Ampel, dan makam-makam Wali Songo, serta analisis tipologi, bahan, dan ornamen. Pendekatan sejarah seni dan arsitektur digunakan untuk memahami pengaruh lokal dan asing, serta bagaimana nilai-nilai Islam diwujudkan dalam bentuk fisik. Hasil yang diharapkan adalah identifikasi elemen-elemen arsitektur pra-Islam yang dipertahankan atau dimodifikasi, seperti atap tumpang, tiang soko guru, dan ukiran, serta bagaimana simbolisme Islam diintegrasikan secara harmonis. Pembahasan akan menyoroti peran arsitektur sebagai media dakwah dan identitas keagamaan, menunjukkan bagaimana bangunan-bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat komunitas dan penanda sejarah penyebaran Islam di Indonesia.

 

Keywords

Arsitektur Islam, Masjid Kuno, Makam Wali, Akulturasi, Sejarah Seni

Refbacks

  • There are currently no refbacks.