DINAMIKA HUBUNGAN ANTAR-ETNIS DI KOTA-KOTA PELABUHAN PADA ABAD KE-TUJUH BELAS
Abstract
Penelitian ini mengkaji dinamika hubungan antar-etnis di kota-kota pelabuhan Nusantara pada abad ketujuh belas, periode di mana interaksi budaya dan perdagangan global mencapai puncaknya. Latar belakang masalahnya adalah bahwa kota-kota pelabuhan seperti Batavia, Makassar, dan Banten adalah melting pot berbagai etnis dan bangsa-Melayu, Jawa, Tionghoa, India, Arab, dan Eropa-yang hidup berdampingan, namun interaksi mereka seringkali kompleks, melibatkan kolaborasi dan konflik. Artikel ini bertujuan untuk memahami pola-pola interaksi ini. Metode yang digunakan meliputi analisis arsip-arsip VOC, catatan-catatan perjalanan, dan sumber-sumber lokal yang menggambarkan kehidupan sehari-hari di kota-kota pelabuhan. Fokus diberikan pada aspek-aspek seperti pemukiman berdasarkan etnis, praktik perdagangan, perkawinan campur, serta mekanisme resolusi konflik. Hasil yang diharapkan adalah identifikasi pola segregasi atau integrasi antar-etnis, peran masing-masing kelompok dalam struktur ekonomi kota, dan bagaimana identitas etnis dipertahankan atau berubah dalam lingkungan multikultural. Pembahasan akan menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi hubungan antar-etnis, seperti kebijakan kolonial, persaingan ekonomi, atau perbedaan agama, serta implikasinya terhadap pembentukan masyarakat urban di Indonesia, menunjukkan kompleksitas sosial yang jauh melampaui narasi sederhana.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













