POLITIK ETIS DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENDIDIKAN DAN KESADARAN NASIONAL DI HINDIA BELANDA
Abstract
Penelitian ini menganalisis secara kritis Politik Etis yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dampaknya yang kompleks terhadap perkembangan pendidikan serta bangkitnya kesadaran nasional di Hindia Belanda. Latar belakang masalahnya adalah bahwa meskipun Politik Etis dimaksudkan sebagai bentuk balas budi, pelaksanaannya seringkali tidak merata dan justru secara tidak sengaja menciptakan kelas terdidik yang menjadi pelopor pergerakan nasional. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap paradoks dan konsekuensi jangka panjang dari kebijakan ini. Metode yang digunakan meliputi analisis arsip-arsip kolonial Belanda, laporan-laporan pendidikan, serta memoar dan tulisan-tulisan dari tokoh-tokoh pergerakan nasional. Fokus diberikan pada program-program pendidikan yang dibuka, jumlah pribumi yang mendapatkan akses, serta kurikulum yang diajarkan. Hasil yang diharapkan adalah identifikasi sejauh mana pendidikan formal, meskipun terbatas, berhasil melahirkan intelektual pribumi yang kemudian mengkritik kolonialisme dan menyebarkan ide-ide nasionalisme. Pembahasan akan menyoroti bagaimana Politik Etis, di satu sisi, memperkuat cengkeraman kolonial melalui asimilasi budaya, namun di sisi lain, secara tidak disengaja menumbuhkan benih-benih perlawanan dan keinginan untuk merdeka, menunjukkan kompleksitas hubungan antara penguasa dan yang dikuasai.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













