DAMPAK KRISIS EKONOMI DUNIA (MALAISE) TAHUN SERIBU SEMBILAN RATUS TIGA PULUHAN TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT KOLONIAL

Autor(s): Alifah Hasna

Abstract

Artikel ini menganalisis dampak mendalam Krisis Ekonomi Dunia atau Malaise pada tahun seribu sembilan ratus tiga puluhan terhadap kehidupan masyarakat di Hindia Belanda. Latar belakang masalahnya adalah bahwa krisis global ini tidak hanya memengaruhi ekonomi kolonial secara makro, tetapi juga secara drastis mengubah kondisi sosial dan ekonomi rakyat pribumi, yang seringkali menjadi korban paling rentan dari kebijakan penghematan dan penurunan harga komoditas. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai dimensi dampak tersebut. Metode yang digunakan meliputi analisis arsip-arsip kolonial yang mencatat statistik ekonomi, laporan-laporan sosial, serta surat kabar dan memoar yang menggambarkan penderitaan rakyat. Fokus diberikan pada sektor-sektor ekonomi yang paling terpukul, seperti pertanian dan perkebunan, serta dampaknya terhadap tingkat pengangguran, kemiskinan, dan kesehatan masyarakat. Hasil yang diharapkan adalah gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana krisis ini memperparah kondisi hidup rakyat, memicu gelombang migrasi, dan bahkan mempercepat munculnya gerakan-gerakan protes. Pembahasan akan menyoroti respons pemerintah kolonial yang seringkali tidak memadai, serta bagaimana krisis ini secara tidak langsung memperkuat kesadaran akan ketidakadilan sistem kolonial dan mendorong semangat perlawanan di kalangan pribumi.

 

Keywords

Krisis Ekonomi Dunia, Malaise, Hindia Belanda, Masyarakat Kolonial, Dampak Sosial

Refbacks

  • There are currently no refbacks.