PERAN SENIMAN DAN BUDAYAWAN DALAM MEMBENTUK IDENTITAS BANGSA DI ERA KOLONIAL

Autor(s): Nur Kholida Zia

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran krusial seniman dan budayawan dalam membentuk identitas bangsa Indonesia di era kolonial, jauh sebelum kemerdekaan diproklamasikan. Latar belakang masalahnya adalah bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya melalui jalur politik dan militer, tetapi juga melalui ekspresi budaya yang menumbuhkan rasa kebangsaan dan harga diri di tengah dominasi asing. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana seni menjadi medium perlawanan dan pembentukan identitas. Metode yang digunakan meliputi analisis karya-karya sastra, musik, seni rupa, dan pertunjukan panggung dari periode tersebut, serta biografi para seniman dan budayawan berpengaruh seperti Sanusi Pane, Amir Hamzah, Wage Rudolf Supratman, dan Affandi. Fokus diberikan pada tema-tema yang diangkat, pesan-pesan nasionalisme yang diselipkan, serta bagaimana karya-karya ini diterima oleh masyarakat. Hasil yang diharapkan adalah identifikasi bagaimana seni dan budaya digunakan untuk merefleksikan penderitaan rakyat, membangkitkan semangat persatuan, dan memproyeksikan cita-cita masa depan Indonesia merdeka. Pembahasan akan menyoroti tantangan yang dihadapi seniman di bawah sensor kolonial, namun juga menunjukkan ketahanan dan kreativitas mereka dalam menggunakan medium artistik untuk membangun fondasi kebangsaan yang kuat.

 

Keywords

Seniman, Budayawan, Identitas Bangsa, Era Kolonial, Nasionalisme

Refbacks

  • There are currently no refbacks.