KONFLIK AGRARIA DAN PERLAWANAN PETANI DI BERBAGAI DAERAH HINDIA BELANDA
Abstract
Artikel ini menganalisis pola konflik agraria dan berbagai bentuk perlawanan petani yang terjadi di berbagai daerah Hindia Belanda sepanjang periode kolonial. Latar belakang masalahnya adalah bahwa kebijakan agraria kolonial, seperti sistem tanam paksa atau konsesi tanah untuk perkebunan besar, seringkali merampas hak-hak petani atas tanah dan memicu ketidakadilan yang meluas, namun perlawanan mereka seringkali terfragmentasi dan kurang teridentifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika konflik ini. Metode yang digunakan meliputi peninjauan ulang arsip-arsip kolonial yang mencatat laporan-laporan pemberontakan petani, petisi, dan kebijakan agraria. Studi kasus dilakukan di beberapa wilayah dengan karakteristik agraria yang berbeda, seperti Jawa, Sumatera, dan Bali. Fokus diberikan pada identifikasi penyebab konflik, bentuk-bentuk perlawanan (baik terbuka maupun tersembunyi), serta peran pemimpin lokal atau tokoh agama. Hasil yang diharapkan adalah pemetaan geografi konflik agraria, pemahaman tentang motivasi petani, dan analisis terhadap dampak perlawanan mereka terhadap kebijakan kolonial. Pembahasan akan menyoroti ketahanan masyarakat petani dalam mempertahankan hak-hak mereka atas tanah, menunjukkan bahwa sejarah agraria adalah arena perjuangan yang berkelanjutan dan fundamental dalam sejarah kolonial Indonesia.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













