PENGARUH PENDIDIKAN BARAT DAN LOKAL DALAM PEMBENTUKAN ELIT NASIONALIS INDONESIA

Autor(s): Siti Muthoharoh

Abstract

Artikel ini menganalisis pengaruh pendidikan Barat dan lokal dalam pembentukan elit nasionalis Indonesia pada periode pra-kemerdekaan. Latar belakang masalahnya adalah bahwa para pendiri bangsa dan pemimpin pergerakan nasional berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam-ada yang mengenyam pendidikan Barat modern, ada pula yang berasal dari pendidikan tradisional pesantren atau sekolah adat-dan interaksi antara kedua sistem ini membentuk pandangan dunia mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pendidikan ini memengaruhi ideologi dan strategi perjuangan mereka. Metode yang digunakan meliputi analisis biografi, otobiografi, dan tulisan-tulisan para tokoh nasionalis seperti Sukarno, Hatta, Sjahrir, Ki Hajar Dewantara, dan Agus Salim. Fokus diberikan pada kurikulum yang mereka pelajari, nilai-nilai yang mereka serap, serta bagaimana pengalaman pendidikan mereka membentuk pemikiran politik dan sosial. Hasil yang diharapkan adalah identifikasi kontribusi spesifik dari pendidikan Barat (misalnya rasionalisme, liberalisme) dan pendidikan lokal (misalnya nilai-nilai keagamaan, kearifan lokal) dalam membentuk karakter dan visi para elit. Pembahasan akan menyoroti sintesis unik yang terjadi, menunjukkan bahwa elit nasionalis Indonesia mampu mengadopsi dan mengadaptasi ide-ide dari berbagai sumber untuk membangun fondasi negara bangsa yang baru.

 

Keywords

Pendidikan Barat, Pendidikan Lokal, Elit Nasionalis, Pembentukan Bangsa, Pra-Kemerdekaan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.