DINAMIKA POLITIK PASCA-KEMERDEKAAN: DARI DEMOKRASI PARLEMENTER KE DEMOKRASI TERPIMPIN
Abstract
Artikel ini menganalisis dinamika politik Indonesia pasca-kemerdekaan, menelusuri transisi dari era Demokrasi Parlementer menuju Demokrasi Terpimpin pada pertengahan abad kedua puluh. Latar belakang masalahnya adalah bahwa periode ini merupakan masa krusial dalam pembentukan sistem politik Indonesia, ditandai oleh ketidakstabilan kabinet, konflik ideologi, dan ancaman disintegrasi, yang pada akhirnya mendorong perubahan fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor penyebab transisi tersebut. Metode yang digunakan meliputi analisis arsip-arsip parlemen, pidato-pidato politik, surat kabar, serta memoar dari para aktor politik kunci seperti Sukarno, Hatta, dan partai-partai politik. Fokus diberikan pada peristiwa-peristiwa penting seperti kegagalan Konstituante, pemberontakan daerah, dan peran militer dalam politik. Hasil yang diharapkan adalah identifikasi kelemahan-kelemahan sistem parlementer yang diadopsi, alasan di balik munculnya konsep Demokrasi Terpimpin, serta implikasinya terhadap konsolidasi kekuasaan dan pembatasan kebebasan politik. Pembahasan akan menyoroti perdebatan ideologis antara demokrasi liberal dan sistem yang lebih terpusat, menunjukkan bagaimana pilihan politik pada masa itu membentuk fondasi bagi perkembangan politik Indonesia di dekade-dekade berikutnya.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













