PERAN MEDIA MASSA DALAM TRANSISI DEMOKRASI PASCA-REFORMASI SERIBU SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH DELAPAN
Abstract
Artikel ini mengkaji peran transformatif media massa dalam proses transisi demokrasi di Indonesia pasca-Reformasi seribu sembilan ratus sembilan puluh delapan. Latar belakang masalahnya adalah bahwa setelah puluhan tahun di bawah kontrol ketat Orde Baru, kebebasan pers yang baru diperoleh menjadi katalisator penting bagi perubahan politik dan sosial, namun juga menghadapi tantangan baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media massa memanfaatkan kebebasan ini dan dampaknya. Metode yang digunakan meliputi analisis isi terhadap berita, editorial, dan program-program investigasi di berbagai jenis media-cetak, elektronik, dan daring-serta wawancara dengan jurnalis dan pengamat media. Fokus diberikan pada bagaimana media mengungkap kasus korupsi, mengawasi jalannya pemilu, memberitakan konflik sosial, dan menjadi forum bagi berbagai pandangan politik. Hasil yang diharapkan adalah identifikasi kontribusi media dalam mengawal proses demokratisasi, mendidik publik, dan memperkuat akuntabilitas pemerintah. Pembahasan akan menyoroti tantangan yang dihadapi media, seperti polarisasi politik, kepemilikan media, dan penyebaran disinformasi, menunjukkan bahwa peran media massa dalam demokrasi yang baru tumbuh adalah dinamis dan terus berkembang.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













