DIMENSI ANTROPOLOGIS KURBAN DALAM TRADISI DAN RITUAL MASYARAKAT ADAT
Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi dimensi antropologis ibadah kurban dalam tradisi dan ritual masyarakat adat di beberapa wilayah Indonesia. Latar belakang masalahnya adalah bahwa meskipun kurban adalah perintah agama universal, praktiknya seringkali diwarnai oleh adaptasi lokal dan sinkretisme dengan kepercayaan atau tradisi pra-Islam, yang menarik untuk dikaji dari sudut pandang antropologi. Metode yang digunakan adalah etnografi, dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan tetua adat, tokoh agama, dan anggota masyarakat di dua komunitas adat yang berbeda. Data dikumpulkan untuk memahami makna simbolis, ritual, dan fungsi sosial kurban dalam konteks budaya mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurban tidak hanya dipahami sebagai pengorbanan kepada Tuhan, tetapi juga sebagai ritual pembersihan, persembahan kepada leluhur, atau bagian dari upacara adat yang lebih besar. Proses penyembelihan dan distribusi daging seringkali mengikuti norma-norma adat yang ketat, memperkuat identitas kelompok dan ikatan sosial. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa adaptasi ini menunjukkan fleksibilitas agama dalam berinteraksi dengan budaya lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa kurban memiliki dimensi antropologis yang kaya, mencerminkan bagaimana praktik keagamaan diinterpretasikan dan diintegrasikan ke dalam sistem kepercayaan dan struktur sosial masyarakat adat, memperkaya pemahaman kita tentang keragaman ekspresi keagamaan dan budaya.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













