KURBAN DAN PENGUATAN JARINGAN SOSIAL ANTARA DONATUR DAN PENERIMA
Abstract
Penelitian ini mengkaji bagaimana ibadah kurban dapat memperkuat jaringan sosial antara donatur dan penerima manfaat. Latar belakang masalahnya adalah bahwa filantropi seringkali bersifat satu arah, namun kurban memiliki potensi untuk menciptakan ikatan yang lebih personal dan berkelanjutan antara pihak yang memberi dan yang menerima, melampaui transaksi material. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap pekurban yang terlibat langsung dalam distribusi dan penerima manfaat yang mengenal pekurban. Data dikumpulkan dari komunitas yang memiliki tradisi kurban lokal yang kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi langsung selama proses distribusi daging kurban, kunjungan pekurban ke rumah penerima, atau bahkan komunikasi pasca-kurban, menumbuhkan rasa saling kenal dan empati. Penerima merasa lebih dihargai sebagai individu, bukan hanya objek bantuan, dan pekurban merasakan kepuasan yang lebih mendalam. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa jaringan sosial ini dapat berkembang menjadi dukungan non-material, seperti nasihat atau bantuan di luar momen kurban. Studi ini menyimpulkan bahwa kurban memiliki potensi unik untuk memperkuat jaringan sosial, mengubah hubungan transaksional menjadi ikatan yang lebih bermakna. Mendorong interaksi langsung dan komunikasi berkelanjutan antara donatur dan penerima dapat memaksimalkan manfaat sosial dari ibadah kurban, membangun komunitas yang lebih peduli dan terhubung.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













