KURBAN DALAM KONTEKS URBANISASI PERGESERAN POLA DAN MAKNA SOSIAL

Autor(s): Muh Faisal Hidayatulloh

Abstract

Penelitian ini mengkaji ibadah kurban dalam konteks urbanisasi, menganalisis pergeseran pola dan makna sosialnya. Latar belakang masalahnya adalah bahwa proses urbanisasi mengubah struktur sosial, gaya hidup, dan praktik keagamaan masyarakat, termasuk cara mereka melaksanakan dan memahami kurban. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap masyarakat urban dari berbagai generasi, tokoh agama, dan pengelola kurban di perkotaan. Data dikumpulkan dari tiga kota besar yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kurban di perkotaan cenderung lebih terorganisir melalui masjid atau lembaga, dengan penekanan pada efisiensi dan kemudahan (misalnya, kurban online). Makna sosial bergeser dari gotong royong langsung di lingkungan kecil menjadi partisipasi dalam filantropi yang lebih luas dan terorganisir. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa tantangannya meliputi hilangnya interaksi sosial langsung, masalah limbah di area padat, dan kebutuhan untuk menjaga semangat komunal. Studi ini menyimpulkan bahwa urbanisasi telah membawa pergeseran signifikan dalam pola dan makna sosial kurban. Meskipun efisiensi meningkat, penting untuk tetap mempertahankan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial melalui inovasi yang memfasilitasi interaksi dan partisipasi, memastikan bahwa kurban tetap relevan dan bermakna di tengah kehidupan urban yang modern.

 

Keywords

Kurban, Urbanisasi, Pola Sosial, Makna Sosial, Pergeseran

Refbacks

  • There are currently no refbacks.