KURBAN SEBAGAI WUJUD SYUKUR DAN KEPEDULIAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF TEOLOGIS DAN SOSIOLOGIS
Abstract
Penelitian ini mengkaji ibadah kurban sebagai wujud syukur dan kepedulian sosial dari perspektif teologis dan sosiologis. Latar belakang masalahnya adalah bahwa kurban memiliki dimensi ganda: sebagai bentuk ketaatan dan syukur kepada Tuhan, serta sebagai praktik berbagi yang berdampak sosial, yang perlu dianalisis secara interdisipliner. Metode yang digunakan adalah analisis konten terhadap teks-teks keagamaan (Al-Qur'an, Hadis, kitab fikih) untuk perspektif teologis, dan wawancara mendalam dengan pekurban serta penerima manfaat untuk perspektif sosiologis. Data dikumpulkan dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara teologis, kurban adalah manifestasi syukur atas nikmat Allah dan ketaatan terhadap perintah-Nya. Secara sosiologis, praktik ini menumbuhkan empati, solidaritas, dan mengurangi kesenjangan sosial melalui distribusi daging kepada yang membutuhkan. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa kedua dimensi ini saling melengkapi dan memperkuat makna kurban. Rasa syukur pekurban diwujudkan dalam tindakan berbagi, yang pada gilirannya menciptakan ikatan sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa kurban adalah ibadah yang kaya makna, mengintegrasikan dimensi spiritual dan sosial. Pemahaman yang komprehensif dari kedua perspektif ini dapat memperdalam apresiasi terhadap kurban sebagai praktik yang tidak hanya mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih peduli dan adil.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













