KURBAN SEBAGAI SIMBOL IDENTITAS KEAGAMAAN DAN SOSIAL DI KALANGAN MASYARAKAT MINORITAS

Autor(s): Erwan Susanto

Abstract

Penelitian ini mengkaji ibadah kurban sebagai simbol identitas keagamaan dan sosial di kalangan masyarakat minoritas. Latar belakang masalahnya adalah bahwa bagi kelompok minoritas, praktik keagamaan seringkali tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi spiritual tetapi juga sebagai penanda identitas kolektif dan sarana untuk mempertahankan kohesi sosial di tengah lingkungan yang dominan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap anggota komunitas Muslim minoritas dan tokoh agama di dua negara yang berbeda. Data dikumpulkan untuk memahami makna simbolis kurban dalam konteks identitas mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurban menjadi momen penting bagi masyarakat minoritas untuk menegaskan identitas keagamaan mereka secara publik, memperkuat ikatan internal komunitas, dan menunjukkan eksistensi mereka dalam masyarakat yang lebih luas. Proses penyembelihan dan distribusi menjadi ajang kebersamaan dan solidaritas. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa kurban juga dapat menjadi sarana untuk membangun jembatan dengan masyarakat mayoritas melalui praktik berbagi. Studi ini menyimpulkan bahwa kurban memiliki makna yang mendalam sebagai simbol identitas keagamaan dan sosial bagi masyarakat minoritas. Praktik ini tidak hanya memenuhi kewajiban agama tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme sosial untuk memperkuat kohesi internal dan menegaskan kehadiran mereka dalam lanskap sosial yang lebih luas, berkontribusi pada keragaman budaya dan agama.

 

Keywords

Kurban, Simbol Identitas, Keagamaan, Sosial, Masyarakat Minoritas

Refbacks

  • There are currently no refbacks.