HERMENEUTIKA AL-QUR'AN KONTEMPORER: MENJEMBATANI TEKS DAN REALITAS SOSIAL

Autor(s): Muh Riza Syaifulloh

Abstract

Kajian Al-Qur'an dihadapkan pada tantangan untuk tetap relevan di tengah kompleksitas realitas sosial modern yang terus berubah. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan mendesak akan kerangka hermeneutika Al-Qur'an yang mampu menjembatani kesenjangan antara teks wahyu yang abadi dengan konteks kontemporer, menghindari pemahaman yang kaku maupun liberal. Metode yang digunakan meliputi studi komparatif terhadap teori-teori hermeneutika modern (misalnya, Gadamer, Ricoeur) dan prinsip-prinsip penafsiran klasik (misalnya, asbab al-nuzul, nasikh-mansukh, maqasid syariah). Analisis dilakukan terhadap beberapa ayat Al-Qur'an yang sering menjadi objek perdebatan di era modern (misalnya, isu gender, pluralisme, sains) untuk menguji penerapan kerangka hermeneutika yang diusulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang mengintegrasikan aspek linguistik, historis, dan teleologis (tujuan syariat) mampu menghasilkan interpretasi yang dinamis dan relevan tanpa mengorbankan otentisitas teks. Pembahasan menekankan bahwa hermeneutika Al-Qur'an kontemporer adalah upaya untuk memahami pesan ilahi secara holistik, memungkinkan Al-Qur'an menjadi pedoman hidup yang responsif terhadap tantangan zaman, serta memberikan solusi atas berbagai permasalahan sosial dan moral yang dihadapi umat.

 

Keywords

Hermeneutika Al-Qur'an, Tafsir Kontemporer, Realitas Sosial, Metodologi Penafsiran, Maqasid Syariah

Refbacks

  • There are currently no refbacks.