METODOLOGI TAFSIR AL-QUR'AN DI NUSANTARA: ADAPTASI DAN INOVASI LOKAL

Autor(s): Nurul Hidayati

Abstract

Kajian tafsir Al-Qur'an di Nusantara memiliki kekhasan tersendiri, yang merupakan hasil adaptasi dan inovasi lokal terhadap tradisi tafsir dari Timur Tengah. Latar belakang penelitian ini adalah untuk menelusuri dan menganalisis metodologi tafsir Al-Qur'an yang berkembang di Nusantara, mengidentifikasi karakteristik unik, serta kontribusinya terhadap khazanah tafsir global. Metode yang digunakan meliputi studi historis-filologis terhadap karya-karya tafsir Al-Qur'an terkemuka dari Nusantara (misalnya, Tafsir al-Azhar oleh Hamka, Tafsir al-Misbah oleh Quraish Shihab, Tafsir Pimpinan al-Rahman oleh Abdullah Basmeih). Analisis dilakukan terhadap pendekatan yang digunakan (misalnya, tafsir bil ra'yi, bil isyari, bil lughawi), penggunaan bahasa lokal, dan relevansi dengan konteks sosial-budaya Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mufasir Nusantara berhasil mengintegrasikan tradisi tafsir klasik dengan kearifan lokal, menghasilkan tafsir yang mudah dipahami oleh masyarakat, dan relevan dengan permasalahan setempat. Pembahasan menekankan bahwa metodologi tafsir di Nusantara adalah cerminan dari kekayaan intelektual Islam di Asia Tenggara, menunjukkan adaptabilitas Al-Qur'an terhadap berbagai budaya, dan memberikan inspirasi bagi pengembangan tafsir yang kontekstual di wilayah lain.

 

Keywords

Metodologi Tafsir, Al-Qur'an Nusantara, Adaptasi Lokal, Inovasi Tafsir, Sejarah Tafsir

Refbacks

  • There are currently no refbacks.