PERAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PERANG INFORMASI DAN OPERASI PENGARUH ASING

Autor(s): Syafaatul Ulya

Abstract

Artificial Intelligence telah menjadi alat yang semakin canggih dalam perang informasi dan operasi pengaruh asing, memungkinkan penyebaran disinformasi secara massal, penargetan audiens yang presisi, dan manipulasi opini publik. Fenomena ini menimbulkan ancaman serius terhadap demokrasi dan stabilitas nasional. Penelitian ini menganalisis peran artificial intelligence dalam perang informasi dan operasi pengaruh asing. Metode yang digunakan adalah analisis kasus penggunaan artificial intelligence dalam kampanye disinformasi yang teridentifikasi, tinjauan teknologi yang relevan seperti deepfakes dan bot sosial, serta wawancara dengan pakar keamanan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artificial intelligence dapat digunakan untuk menghasilkan konten palsu yang sangat realistis, mengotomatisasi penyebaran narasi, dan menganalisis data audiens untuk penargetan yang efektif. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa tantangan utama adalah deteksi dan atribusi serangan, serta kecepatan penyebaran informasi. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya investasi pada teknologi deteksi artificial intelligence, peningkatan literasi media masyarakat, dan pengembangan kerangka regulasi internasional untuk mengatasi ancaman ini, guna melindungi integritas informasi dan menjaga kedaulatan negara di era perang informasi yang semakin canggih.

 

Keywords

Artificial Intelligence, Perang Informasi, Operasi Pengaruh, Disinformasi, Keamanan Nasional

Refbacks

  • There are currently no refbacks.