KEBIJAKAN PERTAHANAN RUANG SIBER DAN NORMA PERILAKU NEGARA DI DUNIA MAYA

Autor(s): Abdul Kholiq

Abstract

Ruang siber telah menjadi medan persaingan strategis antarnegara, di mana serangan siber dapat memiliki dampak yang merusak tanpa perlu pengerahan kekuatan militer konvensional. Namun, kurangnya norma perilaku yang disepakati secara internasional di dunia maya menimbulkan risiko eskalasi. Penelitian ini menganalisis kebijakan pertahanan ruang siber dan kebutuhan akan norma perilaku negara di dunia maya. Metode yang digunakan adalah analisis kebijakan siber nasional negara-negara besar, studi kasus serangan siber yang diatributkan kepada negara, dan tinjauan proposal norma perilaku siber internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara-negara sedang mengembangkan kapabilitas siber ofensif dan defensif, namun ketiadaan konsensus tentang apa yang merupakan "serangan siber" atau "tindakan perang" menciptakan ambiguitas. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa norma perilaku yang jelas, seperti larangan menyerang infrastruktur sipil vital atau non-intervensi dalam proses demokrasi, sangat penting untuk mencegah konflik. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya dialog internasional yang mendesak, pembangunan kapasitas siber di negara-negara berkembang, dan pengembangan mekanisme atribusi yang kredibel, guna memastikan stabilitas dan keamanan di ruang siber yang semakin vital bagi kehidupan modern.

 

Keywords

Kebijakan Pertahanan, Ruang Siber, Norma Perilaku, Dunia Maya, Keamanan Siber

Refbacks

  • There are currently no refbacks.