BAHAN BAKAR PENERBANGAN BERKELANJUTAN (SAF): INOVASI DARI BIOMASSA HINGGA E-FUEL
Abstract
Industri penerbangan menghadapi tekanan besar untuk mengurangi jejak karbonnya, namun ketergantungan pada bahan bakar fosil masih sangat tinggi. Latar belakang masalah ini adalah kebutuhan mendesak akan bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan dan dapat diskalakan. Penelitian ini mengkaji berbagai jalur inovatif untuk produksi Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan, mulai dari biomassa hingga e-fuel. Metode yang dieksplorasi meliputi konversi biomassa lignoselulosa menjadi bio-jet fuel melalui proses termokimia dan biokimia, serta produksi e-fuel melalui hidrogenasi karbon dioksida menggunakan hidrogen hijau yang dihasilkan dari elektrolisis air. Fokus diberikan pada optimasi proses untuk mencapai densitas energi tinggi dan karakteristik pembakaran yang sesuai dengan standar penerbangan. Hasil menunjukkan bahwa beberapa jalur produksi SAF telah mencapai tingkat kematangan teknologi yang memungkinkan implementasi komersial, menawarkan pengurangan emisi gas rumah kaca yang signifikan dibandingkan bahan bakar jet konvensional. Pembahasan menyoroti potensi SAF untuk dekarbonisasi sektor penerbangan, tantangan terkait ketersediaan bahan baku, biaya produksi, dan infrastruktur distribusi. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mempercepat adopsi SAF secara global.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













