BIO-ASPHALT: SOLUSI BERKELANJUTAN UNTUK INFRASTRUKTUR JALAN

Autor(s): Erwan Susanto

Abstract

Ketergantungan pada aspal berbasis minyak bumi dan dampak lingkungan dari produksinya adalah masalah yang signifikan dalam industri konstruksi jalan. Latar belakang masalah ini adalah kebutuhan akan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan terbarukan. Penelitian ini berfokus pada pengembangan bio-asphalt, yaitu bahan pengikat jalan yang berasal dari biomassa, sebagai pengganti aspal konvensional. Metode yang dieksplorasi meliputi ekstraksi lignin dari limbah pertanian, pirolisis biomassa, dan pengolahan minyak nabati untuk menghasilkan material yang memiliki sifat viskoelastik mirip aspal. Berbagai formulasi bio-asphalt diuji untuk sifat mekanik, ketahanan terhadap deformasi, dan durabilitas. Hasil menunjukkan bahwa bio-asphalt yang dikembangkan memiliki kinerja yang sebanding dengan aspal konvensional dalam banyak aspek, bahkan menunjukkan peningkatan dalam beberapa sifat seperti ketahanan terhadap retak pada suhu rendah. Pembahasan menyoroti potensi bio-asphalt untuk mengurangi jejak karbon industri konstruksi, memanfaatkan limbah biomassa, dan menciptakan infrastruktur jalan yang lebih berkelanjutan. Tantangan terkait skalabilitas produksi dan standarisasi juga dibahas secara mendalam.

 

Keywords

Bio-Asphalt, Infrastruktur Jalan, Biomassa, Bahan Berkelanjutan, Konstruksi Hijau

Refbacks

  • There are currently no refbacks.