LITERASI MEDIA ISLAMI UNTUK MENANGKAL HOAKS DAN DISINFORMASI BERBASIS AGAMA.

Autor(s): Nurul Hidayati

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi, terutama yang berkedok agama, yang dapat menimbulkan perpecahan sosial, konflik antarumat, bahkan mengancam stabilitas nasional. Di era digital, informasi palsu menyebar dengan sangat cepat, dan narasi keagamaan seringkali dimanfaatkan untuk memanipulasi opini publik. Ini menuntut peningkatan literasi media Islami di kalangan masyarakat untuk dapat membedakan informasi yang benar dari yang keliru. Permasalahan utama adalah bagaimana literasi media Islami dapat dikembangkan dan diimplementasikan sebagai benteng pertahanan terhadap hoaks dan disinformasi berbasis agama, serta strategi apa yang paling efektif untuk meningkatkan kesadaran kritis masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods), menggabungkan survei kuantitatif untuk mengukur tingkat literasi media Islami di kalangan masyarakat dengan wawancara kualitatif terhadap tokoh agama, akademisi, dan pegiat literasi media. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan sesi wawancara tatap muka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi media Islami di masyarakat masih bervariasi, dengan banyak yang rentan terhadap informasi palsu karena kurangnya kemampuan verifikasi dan pemahaman konteks keagamaan. Pembahasan menguraikan bahwa program edukasi yang melibatkan tokoh agama, penggunaan platform digital yang kredibel, serta pengembangan kurikulum literasi media Islami di lembaga pendidikan formal dan non-formal sangat diperlukan. Pentingnya verifikasi sumber, cross-check informasi dengan rujukan keagamaan yang sahih, dan berpikir kritis menjadi kunci. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi media Islami adalah keterampilan esensial di era digital, memberdayakan umat untuk menjadi konsumen informasi yang cerdas dan bertanggung jawab, sehingga dapat menangkal narasi destruktif dan memperkuat kohesi sosial.

 

Keywords

Literasi Media, Hoaks, Disinformasi, Agama, Komunikasi Islam.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.