POTENSI DAN BATASAN DAKWAH DIGITAL BERBASIS KECERDASAN BUATAN (AI) DALAM MENJANGKAU AUDIENS.
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah kemajuan pesat teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang mulai merambah berbagai sektor, termasuk komunikasi keagamaan. Potensi AI dalam personalisasi konten, analisis data audiens, dan otomatisasi penyebaran pesan dakwah sangat besar, namun juga menimbulkan pertanyaan etis dan teologis. Bagaimana AI dapat digunakan secara efektif tanpa mengorbankan esensi spiritual dan humanis dakwah? Permasalahan utama adalah mengeksplorasi potensi dan batasan pemanfaatan AI dalam dakwah digital, termasuk implikasinya terhadap interaksi da'i-audiens dan otentisitas pesan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis konseptual. Data dikumpulkan dari literatur tentang AI dalam komunikasi, studi tentang dakwah digital, serta wawancara dengan pakar teknologi dan tokoh agama yang memahami potensi AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam personalisasi konten dakwah (misalnya, rekomendasi ceramah berdasarkan preferensi), analisis tren topik keagamaan, dan otomatisasi respons terhadap pertanyaan dasar. Pembahasan menguraikan bahwa AI dapat membantu menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam, serta mengoptimalkan distribusi pesan. Namun, batasan utamanya adalah ketidakmampuan AI untuk merasakan empati, memberikan bimbingan spiritual yang mendalam, atau menggantikan peran humanis da'i dalam interaksi tatap muka. Kekhawatiran etis juga muncul terkait privasi data, potensi bias dalam algoritma, dan degradasi makna spiritual jika dakwah terlalu terotomatisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI harus dipandang sebagai alat bantu yang mendukung, bukan menggantikan, peran da'i. Pemanfaatan AI dalam dakwah harus dilakukan secara bijak, etis, dan tetap berpusat pada nilai-nilai kemanusiaan serta spiritualitas Islam.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













