PERAN TOKOH AGAMA DALAM MEMBANGUN NARASI MODERASI BERAGAMA MELALUI KOMUNIKASI PUBLIK.

Autor(s): Siti Muthoharoh

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah urgensi narasi moderasi beragama di tengah meningkatnya polarisasi dan ekstremisme yang seringkali berakar pada interpretasi agama yang sempit. Tokoh agama memiliki posisi strategis dan pengaruh besar dalam membentuk opini publik serta membimbing umat. Oleh karena itu, peran mereka dalam mengkomunikasikan nilai-nilai moderasi menjadi krusial. Permasalahan utama adalah bagaimana tokoh agama secara efektif menggunakan komunikasi publik mereka untuk membangun, menyebarkan, dan memperkuat narasi moderasi beragama, serta tantangan apa yang mereka hadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap beberapa tokoh agama terkemuka yang dikenal vokal dalam menyuarakan moderasi beragama. Data dikumpulkan melalui analisis konten ceramah, khutbah, tulisan, dan aktivitas media sosial mereka, dilengkapi dengan wawancara mendalam untuk menggali strategi komunikasi dan pandangan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama yang berhasil dalam menyebarkan moderasi beragama menggunakan bahasa yang inklusif, menekankan nilai-nilai universal Islam seperti toleransi, keadilan, dan kasih sayang, serta memberikan contoh teladan dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan menguraikan bahwa penggunaan platform media yang beragam (mimbar, televisi, media sosial), kemampuan berdialog dengan berbagai kelompok, dan konsistensi pesan adalah kunci. Tantangan meliputi resistensi dari kelompok ekstrem, tekanan politik, dan menjaga relevansi pesan di tengah perubahan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tokoh agama adalah aktor kunci dalam membangun masyarakat yang damai dan harmonis. Optimalisasi peran komunikasi publik mereka sangat esensial untuk memperkuat narasi moderasi, mencegah penyebaran ideologi radikal, dan mempromosikan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin.

 

Keywords

Tokoh Agama, Moderasi Beragama, Komunikasi Publik, Narasi, Toleransi.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.