KOMUNIKASI KELUARGA ISLAMI: MEMBANGUN KARAKTER ANAK DI ERA DISRUPSI INFORMASI.
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah tantangan yang dihadapi keluarga Muslim di era disrupsi informasi, di mana anak-anak terpapar berbagai narasi dan nilai dari media digital yang kadang bertentangan dengan ajaran Islam. Komunikasi dalam keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak, menanamkan nilai-nilai agama, dan membentengi mereka dari pengaruh negatif. Permasalahan utama adalah bagaimana komunikasi keluarga Islami dapat dioptimalkan untuk membangun karakter anak yang kuat, berakhlak mulia, dan memiliki literasi digital yang baik di tengah derasnya arus informasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap beberapa keluarga Muslim yang dianggap berhasil dalam mendidik anak di era digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan orang tua dan anak, observasi interaksi keluarga, serta analisis dokumen terkait pola asuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga Islami yang efektif melibatkan dialog terbuka, mendengarkan aktif, memberikan teladan, serta menanamkan nilai-nilai agama melalui kisah-kisah Islami dan diskusi. Pembahasan menguraikan bahwa orang tua perlu menjadi "filter" informasi, mengajarkan anak berpikir kritis terhadap konten digital, dan membatasi waktu layar. Pentingnya shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an bersama, dan kegiatan keagamaan lainnya sebagai sarana komunikasi spiritual juga ditekankan. Tantangan meliputi kesibukan orang tua, ketergantungan anak pada gawai, dan kurangnya pemahaman orang tua tentang dunia digital anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi keluarga Islami yang kuat dan adaptif adalah kunci untuk membangun karakter anak yang resilient, beriman, dan cerdas di era disrupsi informasi, memastikan nilai-nilai Islam tetap relevan dan terinternalisasi dalam diri mereka.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













