TANTANGAN KOMUNIKASI DAKWAH DI WILAYAH PERBATASAN: PERSPEKTIF ANTROPOLOGI KOMUNIKASI.
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah kompleksitas dakwah di wilayah perbatasan, yang seringkali dihuni oleh masyarakat multietnis, multikultural, dan multireligius, dengan tingkat aksesibilitas informasi yang bervariasi. Wilayah ini juga rentan terhadap pengaruh budaya asing dan isu-isu sensitif terkait identitas nasional serta keagamaan. Pendekatan antropologi komunikasi diperlukan untuk memahami konteks budaya yang mempengaruhi proses dakwah. Permasalahan utama adalah mengidentifikasi tantangan spesifik dalam komunikasi dakwah di wilayah perbatasan, serta bagaimana da'i dan lembaga dakwah mengadaptasi pesan dan metode mereka agar relevan dan diterima oleh masyarakat lokal dengan mempertimbangkan keunikan budaya mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologi komunikasi, melibatkan observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan da'i, tokoh masyarakat, dan penduduk lokal di beberapa wilayah perbatasan. Data dikumpulkan dari interaksi langsung, catatan lapangan, dan dokumen komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi perbedaan bahasa dan dialek, adat istiadat lokal yang kuat, dominasi kepercayaan tradisional, dan keterbatasan infrastruktur komunikasi. Pembahasan menguraikan bahwa strategi yang efektif melibatkan pembelajaran budaya lokal, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, pendekatan personal dan kekeluargaan, serta kolaborasi dengan tokoh adat atau pemimpin lokal. Dakwah yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan juga lebih diterima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi dakwah di wilayah perbatasan menuntut sensitivitas budaya yang tinggi, kesabaran, dan kemampuan adaptasi. Pendekatan antropologi komunikasi memberikan kerangka kerja yang berharga untuk memahami dinamika lokal, sehingga dakwah dapat disampaikan secara inklusif, menghargai keberagaman, dan membangun harmoni sosial di tengah kompleksitas wilayah perbatasan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













