MEMBANGUN CITRA POSITIF ISLAM MELALUI KOMUNIKASI STRATEGIS DAN DIPLOMASI PUBLIK.
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah persepsi negatif terhadap Islam yang seringkali muncul di media global, terutama pasca-peristiwa terorisme, yang menyebabkan kesalahpahaman dan islamofobia. Untuk mengatasi hal ini, komunikasi strategis dan diplomasi publik menjadi sangat penting dalam upaya membangun dan mempromosikan citra positif Islam di mata dunia. Permasalahan utama adalah bagaimana komunikasi strategis dan diplomasi publik dapat diimplementasikan secara efektif untuk mengoreksi mispersepsi, menyoroti nilai-nilai universal Islam, dan mempromosikan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap beberapa inisiatif komunikasi strategis dan diplomasi publik yang dilakukan oleh organisasi Islam atau negara-negara Muslim. Data dikumpulkan melalui analisis laporan, publikasi, kampanye media, dan wawancara dengan para diplomat, praktisi komunikasi, dan akademisi yang terlibat dalam upaya ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif melibatkan penekanan pada nilai-nilai perdamaian, keadilan, toleransi, dan kontribusi peradaban Islam terhadap dunia. Pembahasan menguraikan bahwa penggunaan platform media internasional, kolaborasi dengan organisasi non-Muslim, program pertukaran budaya, dan promosi narasi moderat adalah kunci. Tantangan meliputi resistensi dari media yang bias, kurangnya sumber daya, dan kompleksitas isu-isu geopolitik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa membangun citra positif Islam adalah upaya jangka panjang yang membutuhkan komunikasi strategis yang terencana, konsisten, dan kolaboratif. Diplomasi publik yang proaktif, transparan, dan berbasis dialog dapat membantu menjembatani kesenjangan pemahaman, mengurangi prasangka, dan mempromosikan koeksistensi harmonis di antara berbagai peradaban.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













