KOMUNIKASI HUMOR DALAM DAKWAH: BATASAN, ETIKA, DAN EFEKTIVITASNYA.
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah penggunaan humor dalam dakwah yang semakin populer, terutama di media digital, sebagai cara untuk menarik perhatian audiens dan membuat pesan lebih mudah dicerna. Humor dapat mencairkan suasana dan membangun kedekatan, namun juga memiliki batasan dan etika agar tidak menyinggung atau merendahkan ajaran agama. Permasalahan utama adalah mengeksplorasi batasan dan etika penggunaan humor dalam dakwah, serta menganalisis efektivitasnya dalam menyampaikan pesan keislaman tanpa mengurangi esensi atau kesakralan agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten terhadap ceramah dan konten dakwah digital yang menggunakan humor. Data dikumpulkan dari rekaman ceramah da'i populer dan akun media sosial yang sering menggunakan humor dalam dakwah. Selain itu, dilakukan wawancara singkat dengan beberapa da'i dan audiens untuk mendapatkan perspektif mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor yang efektif dalam dakwah adalah humor yang relevan dengan pesan, tidak merendahkan, tidak mengandung kebohongan, dan tidak menyinggung SARA. Pembahasan menguraikan bahwa humor dapat digunakan untuk menarik perhatian, memecah kebekuan, dan membuat pesan lebih mudah diingat. Namun, batasan etis harus selalu dijaga agar humor tidak menjadi tujuan utama dan mengalahkan substansi dakwah. Tantangan meliputi risiko salah tafsir, potensi menyinggung audiens yang berbeda latar belakang, dan menjaga kesakralan pesan agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa humor dapat menjadi alat yang ampuh dalam komunikasi dakwah, asalkan digunakan secara bijaksana, etis, dan proporsional. Da'i perlu memahami audiens mereka dan menguasai seni humor agar dapat menyampaikan pesan Islam dengan cara yang menarik, menyentuh, dan tetap menjaga martabat agama.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













