KOMUNIKASI DAKWAH DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN: PEMBINAAN SPIRITUAL NARAPIDANA.
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pembinaan spiritual bagi narapidana di lembaga pemasyarakatan (lapas) sebagai bagian dari proses rehabilitasi dan reintegrasi mereka ke masyarakat. Dakwah Islam memiliki peran krusial dalam memberikan pencerahan, menumbuhkan kesadaran akan dosa dan taubat, serta memotivasi narapidana untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Permasalahan utama adalah bagaimana komunikasi dakwah diimplementasikan di lembaga pemasyarakatan untuk pembinaan spiritual narapidana, serta tantangan dan efektivitasnya dalam mendorong perubahan perilaku positif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap beberapa lembaga pemasyarakatan yang memiliki program dakwah Islam. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan petugas lapas, da'i sukarelawan, dan narapidana, serta analisis materi dakwah yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah yang efektif di lapas melibatkan pendekatan personal, empati, dan penyampaian pesan yang relevan dengan kondisi psikologis narapidana. Pembahasan menguraikan bahwa kajian rutin, bimbingan individu, shalat berjamaah, dan kegiatan keagamaan lainnya menjadi sarana utama. Pesan-pesan tentang pengampunan, harapan, dan pentingnya taubat sangat resonan. Tantangan meliputi keterbatasan sumber daya (da'i, buku), lingkungan lapas yang menantang, dan resistensi dari narapidana tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi dakwah memiliki peran vital dalam pembinaan spiritual narapidana, membantu mereka menemukan makna hidup, bertaubat, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat. Optimalisasi program dakwah dengan pendekatan yang humanis dan berkelanjutan dapat berkontribusi pada penurunan angka residivisme dan pembentukan individu yang lebih bertanggung jawab.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













