MODEL PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PAI UNTUK MENGUKUR KOMPETENSI ABAD KE-21
Abstract
Studi ini mengembangkan model penilaian otentik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam atau PAI untuk mengukur kompetensi abad kedua puluh satu, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Latar belakang masalah menunjukkan bahwa penilaian PAI seringkali masih didominasi oleh tes kognitif yang kurang mampu mengukur kompetensi holistik yang dibutuhkan di era modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan pengembangan dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan model penilaian otentik yang mencakup rubrik, instrumen, dan prosedur, implementasi di kelas PAI, serta evaluasi validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model penilaian otentik yang dikembangkan, seperti penilaian proyek, portofolio, dan observasi kinerja, efektif dalam mengukur kompetensi abad kedua puluh satu peserta didik dalam konteks pembelajaran PAI. Pembahasan menguraikan bahwa penilaian ini tidak hanya mengukur pemahaman materi, tetapi juga kemampuan peserta didik mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata. Implikasi dari penelitian ini adalah rekomendasi untuk mengadopsi model penilaian otentik dalam PAI, mendorong pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan, serta menyiapkan peserta didik menjadi muslim yang kompeten dan berkarakter di era global.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













