KEPEMIMPINAN PROFETIK: MODEL ETIKA DALAM TATA KELOLA MODERN.
Abstract
Tata kelola modern seringkali dihadapkan pada krisis etika dan kepercayaan publik, menyoroti kebutuhan mendesak akan kerangka kepemimpinan yang berlandaskan moral kuat. Kepemimpinan profetik, yang terinspirasi dari teladan Nabi Muhammad SAW, menawarkan model etika komprehensif yang berakar pada prinsip-prinsip ilahi dan perilaku luhur, menekankan keadilan, kasih sayang, integritas, dan akuntabilitas. Latar belakang ini mendorong eksplorasi relevansi model tersebut bagi tata kelola kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis kualitatif, menganalisis teks-teks klasik Islam (Al-Qur'an, Hadis, Sirah Nabawiyah) untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip inti kepemimpinan profetik, kemudian membandingkannya dengan teori dan praktik tata kelola modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan profetik menyediakan cetak biru etika yang kuat, melampaui efisiensi prosedural semata. Temuan kunci mengindikasikan bahwa model ini memprioritaskan integritas moral, kepemimpinan pelayan (servant leadership), pengambilan keputusan konsultatif (syura), dan rasa tanggung jawab mendalam terhadap Tuhan dan kemanusiaan. Pembahasan berargumen bahwa integrasi dimensi etika ini dapat mendorong sistem tata kelola yang lebih adil, merata, dan berkelanjutan. Implikasi praktisnya mencakup panduan bagi pemimpin di sektor publik, korporasi, dan organisasi masyarakat sipil, menunjukkan bahwa kembali pada prinsip-prinsip etika fundamental, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi, sangat penting untuk mengatasi tantangan tata kelola modern dan membangun kepercayaan. Model ini menawarkan kerangka holistik yang menyeimbangkan kemajuan material dengan pengembangan spiritual-moral, membentuk gaya kepemimpinan yang efektif dan etis di dunia yang kompleks.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













