PERAN ULAMA DALAM KEPEMIMPINAN UMAT DI ERA POST-TRUTH.
Abstract
Di era post-truth, di mana fakta seringkali kalah oleh emosi dan opini, serta misinformasi menyebar dengan cepat, peran ulama sebagai pemimpin agama dan intelektual dalam membimbing umat menjadi semakin krusial. Ulama memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemurnian ajaran Islam, memberikan pencerahan, dan membimbing masyarakat menghadapi tantangan moral dan sosial. Latar belakang ini menyoroti kompleksitas peran ulama di tengah disrupsi informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ulama dalam kepemimpinan umat di era post-truth, dengan fokus pada strategi mereka dalam menyampaikan kebenaran, melawan hoaks, dan membangun kepercayaan publik. Metode yang digunakan adalah kualitatif, melibatkan wawancara mendalam dengan ulama terkemuka, tokoh masyarakat, dan pengikut mereka, serta analisis konten ceramah, tulisan, dan aktivitas media sosial ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama yang berhasil di era post-truth adalah mereka yang mampu mengombinasikan otoritas keilmuan dengan kemampuan komunikasi yang adaptif, menggunakan platform digital secara bijak, dan membangun narasi yang berbasis bukti dan nilai-nilai Islam. Pembahasan akan menguraikan tantangan yang dihadapi ulama, seperti polarisasi opini dan serangan terhadap kredibilitas. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan rekomendasi bagi ulama dan lembaga keagamaan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka dalam menghadapi era post-truth, termasuk pelatihan literasi digital, pengembangan konten edukasi yang menarik, dan kolaborasi lintas sektoral untuk menyebarkan informasi yang benar dan membangun masyarakat yang cerdas dan berakhlak.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













