ANALISIS KRITIS NARASI KEMUNDURAN ILMU PENGETAHUAN ISLAM PASCA-ABBASIYAH
Abstract
Narasi tentang kemunduran ilmu pengetahuan Islam pasca-Abbasiyah seringkali menjadi pandangan dominan, mengabaikan kontinuitas dan inovasi yang terjadi di berbagai pusat keilmuan di seluruh dunia Islam. Perspektif ini perlu dipertanyakan. Penelitian ini melakukan analisis kritis terhadap narasi kemunduran ilmu pengetahuan Islam pasca-Abbasiyah, dengan fokus pada asal-usul narasi tersebut, bukti-bukti yang menentangnya, dan implikasinya terhadap pemahaman sejarah ilmu pengetahuan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur komprehensif terhadap karya-karya sejarawan ilmu pengetahuan, analisis kasus-kasus inovasi ilmiah di periode pasca-Abbasiyah (misalnya, di Kesultanan Usmaniyah, Safawiyah, atau Mughal), dan perbandingan dengan perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada pergeseran pusat gravitasi, ilmu pengetahuan Islam terus berkembang dan berinovasi di berbagai disiplin ilmu. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa narasi kemunduran seringkali bersifat eurosentris dan mengabaikan keragaman geografis serta institusional. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya dekolonisasi historiografi ilmu pengetahuan, pengakuan terhadap kontinuitas dan dinamika inovasi di dunia Islam, dan rekonstruksi gambaran yang lebih akurat dan inklusif.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













