KONSTRUKSI IDENTITAS KOTA BAGHDAD SEBAGAI PUSAT INTELEKTUAL DUNIA ISLAM ABAD KESEMBILAN

Autor(s): A Wathon

Abstract

Baghdad di abad kesembilan Masehi seringkali digambarkan sebagai puncak keemasan intelektual dunia Islam, namun bagaimana identitas kota ini sebagai pusat pengetahuan dikonstruksi dan dipersepsikan oleh masyarakat kontemporer masih memerlukan analisis mendalam. Citra ini adalah hasil dari upaya sadar. Penelitian ini menganalisis konstruksi identitas kota Baghdad sebagai pusat intelektual dunia Islam abad kesembilan, dengan fokus pada peran patronase Khalifah, institusi pengetahuan (Baitul Hikmah), dan migrasi cendekiawan. Metode yang digunakan adalah analisis wacana terhadap karya-karya geografi, sastra, dan sejarah yang memuji Baghdad, serta studi kasus terhadap beberapa proyek penerjemahan dan riset besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas intelektual Baghdad dibentuk melalui investasi besar dalam ilmu pengetahuan, menarik cendekiawan dari berbagai latar belakang, dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk inovasi. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa citra ini diperkuat oleh narasi-narasi yang menekankan keunggulan dan universalitas pengetahuan. Implikasi dari temuan ini adalah pemahaman yang lebih nuansa tentang hubungan antara kekuasaan politik dan perkembangan intelektual, menyoroti peran kota sebagai pusat peradaban.

 

Keywords

Baghdad, Pusat Intelektual, Abad Kesembilan, Baitul Hikmah, Sejarah Intelektual

Refbacks

  • There are currently no refbacks.